Kamis, 15 Desember 2016

Volume kolom praktis 15cm x 15cm rumah 1 lantai

Mari kita hitung volume kolom praktis 15cm x 15 cm yang seringkali digunakan untuk struktur rumah 1 lantai, cara perhitunganya hampir sama dengan saat mencari jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof 15 cm x 20 cm yang sudah kita uraikan sebelumnya. bedanya hanya terlatak pada luas penampang saja karena ukuranya berbeda dan yang terlihat jelas adalah posisi pemasangan sloof itu mendatar sedangkan kolom praktis dipasang dalam posisi berdiri.

Gambar kolom praktis 15 cm x 15 cm

kolom praktis 15 x 15

Contoh perhitungan volume kolom praktis

Sebuah pembangunan rumah tinggal membutuhkan kolom praktis sebanyak 27 buah dengan masing-masing tingginya 3 m. kolom yang digunakan terbuat dari beton bertulang ukuran 15cm x 15cm, menggunakan tulangan pokok 4 dimater 10mm dan tulangan sengkang diameter 8mm dipasang setiap jarak 15 cm. berapa kebutuhan besi dan beton untuk menyelesaikan pekerjaan ini?

Sebelumnya kita hitung terlebih dahulu total panjang kolom praktis yang akan dikerjakan yaitu 27 bh x 3 m = 81 m. selanjutnya kita hitung jumlah besi yang dibutuhkan. kita lihat terlebih dahulu pada tabel besi untuk mengetahui berat per meter besi 10 dan 8 polos.

  • Berat 1m besi diameter 8mm = 0,4 kg.
  • Berat 1m besi diameter 10mm = 0,62 kg.

 

Kebutuhan besi pada kolom praktis

Tulangan pokok dimater 10mm sebanyak 4 buah.

  • Total panjang besi yang dibutuhkan adalah 4 bh x 81 m = 324 m.
  • Jika panjang 1 batang besi 11 m, maka jumlah batang yang diperlukan adalah 324m : 11 m = 29,4545 btg dibulatkan menjadi 30 btg.
  • Total berat besi yang dibutuhkan adalah 324 m x 0,62 kg/m = 200,88 kg.

Tulangan sengkang diamater 8mm dipasang setiap jarak 15cm.

  • Total panjang 1 buah sengkang = 0,1+0,1+0,1+0,1+0,05+0,05= 0,5 m.
  • Jumlah sengkang yang dibutuhkan = 81 m : 0,15 m = 540 bh.
  • Total panjang besi sengkang adalan 540 bh x 0,5 m = 270 m.
  • Jumlah kilogram besi diameter 8mm yang diperlukan = 270 m x 0,4 kg/m = 108 kg.
  • Jumlah batang jika masing-masing 11 m adalah 270 m : 11 m =24,5 batang dibulatkan menjadi 25 btg.

Rekapitulasi kebutuhan besi

Diamater Kilo gram (kg) Batang (btg) Meter (m)
8p 108 25 270
10p 200,88 30 324

 

Kebutuhan beton pada kolom praktis

  • Volume beton kolom praktis = panjang x lebar x tinggi.
  • V = p x l x t.
  • V = 0,15 m x 0,15 m x 81 m= 1,8225 m3

Jadi total beton yang dibutuhkan untuk menyelsaikan pekerjaan kolom praktis adalah 1,8225 m3.

 

Demikian contoh perhitungan volume besi dan beton pada kolom praktis 15 cm x 15 cm, ukuran dan jumlah kolom lainya bisa disesuaikan dengan rumah yang akan dibangun. kolom praktis ini hanya bisa digunakan pada rumah 1 lantai, karena pada rumah bertingkat 2 atau 3 lantai memerlukan ukuran kolom dan penggunaan besi tulangan yang lebih besar. selamat berhitung semoga bermanfaat

Jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof

Mari kita uraikan bagaimana cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof, sebelumnya kita jelaskan terlebih dahulu apa itu sloof? balok sloof adalah struktur bangunan berupa konstruksi beton bertulang yang dibangun pada area bawah untuk meratakan beban dari kolom dan disalurkan ke pondasi. untuk dapat menghitung anggaran biaya pembuatanya, maka perlu dicari terlebih dahulu berapa volume pekerjaan balok sloof yang akan dibangun.

 

Gambar balok sloof

balok beton sloof 15 x 20

Contoh sebuah balok sloof ukuran 15 cm x 20 cm, menggunakan besi tulangan pokok 4 buah diamater 10 mm, besi senkang diamater 8 mm dipasang setiap jarak 20 cm. Panjang pekerjaan balok sloof adalah 33,33m. berapa jumlah kebutuhan beton dan besi untuk struktur tersebut?

 

Kebutuhan besi pada balok sloof

Berat besi per m dapat dilihat pada tabel berat besi atau dihitung secara manual dengan cara mengalikan berat jenis besi dengan luas penampang.

  • Berat besi dimater 8 polos per meter = 0,4 kg.
  • Berat besi polos diamater 10 mm per meter = 0,62 kg.

Volume besi tulangan pokok 4 buah, diameter 10 mm, panjang 33,33 m maka kebutuhan totalnya adalah

  • V = 4 bh x 33,33 m =133,32 m.
  • Untuk mengetahui volume dalam satuan berat maka kita kalikan dengan berat besi diamater 10mm per meter yaitu 0,62 kg. jadi kebutuhanya adalah 0,62 kg/m x 133,32 m = 82,6584 kg.
  • Jika panjang besi perbatang 11 m, maka kebutuhan dalam satuan panjang adalah 133,32 m : 11 m =12,12 btg, dibulatkan menjadi 13 batang.

Volume besi tulangan sengkang diameter 8 mm, dipasang setiap jarak 20 cm, panjang pekerjaan sloof 33,33 m. selimut beton 2,5 cm.

  • Panjang 1 buah sengkang adalah 0,1+0,15+0,1+0,15+0,05+0.05 = 0,6 m.
  • Jumlah sengkang yang dibutuhkan yaitu 33,33 m : 0,2 m = 166,65 jadi 167 buah.
  • Jumlah total panjang sengkak = 0,6 m x 167 bh = 100,2 m.
  • Volume besi dalam kilo gram = 0,4 kg/m x 100,2 m = 40,08 kg.
  • Jumlah kebutuhan besi dalam satuan batang = 100,2 m : 11 m = 9,109 dibulatkan menjadi 10 batang.

Jadi rekapitulasi kebutuhan besi sloof adalah

diameter

kilo gram

batang

meter

8p

40,08

10

100,2

10p

82,6584

13

133,32

 

Kebutuhan beton pada balok sloof

  • V = l x t x p
  • Volume beton sloof = lebar x tinggi x panjang
  • V = 0,15 m x 0,20 m x 33,33 m = 0,99 m3 dibulatkan 1 m3.

Jadi kebutuhan beton yang diperlukan adalah 1m3.

 

Selanjutnya kita akan menghitung analisa harga satuan 1 m3 pekerjaan balok sloof pada artikel berikutnya. Demikian contoh sederhana cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof, jika ada koreksi, masukan atau kritikan bisa dituliskan disini

Volume pekerjaan plesteran dinding

Volume pekerjaan plesteran dinding dapat dihitung dalam satuan m2 atau m3, keduanya sama saja tergantung situasi,kondisi dan selera masing-masing. Pekerjaan ini merupakan paket tiga serangkai dari pekerjaan pasangan dinding, plesteran dan acian. sehingga untuk menghasilkan tembok yang baik maka perlu memperhatikan proses pelaksanaan ketiganya. Berikut ini beberapa tips melaksanakan plesteran agar menghasilkan dinding tembok yang bagus.

  • Melakukan pemasanga dinding dengan bagus, tegak dan datar sehingga tidak terjadi pemborosan pada pengaturan ketebalan plesteran dinding.
  • Memberikan waktu jeda antara selesainya pemasangan batu bata dengan pekerjaan pleseteran, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi pemanasan dinding karena dapat menyebabkan tembok rumah menjadi retak.
  • Menggunakan kepalaan plesteran terlebih dahulu untuk mengatur kedataran, setelah itu baru meratakanya dengan jidar.
  • Tunggu beberapa saat sebelum melakukan acian dinding agar hasilnya bisa bagus.
  • Pada area pemasangan keramik tidak perlu diplester dahulu, cukup menempelkan adukan lalu memasang keramik pada posisi yang pas.

 

Gambar pekerjaan pleseteran dinding

plesteran dinding

Contoh perhitungan volume pekerjaan plesteran dinding

Misalnya kita akan memplester dinding batu bata pada pekarangan sepanjang 33m, tinggi dinding adalah 2 m. plesetera setebal 2 cm dilakukan pada dua sisi dinding. berapakah volume pekerjaan plesteran dinding tersebut?

Langkah pertama kita hitung terlebih dahulu luas pasangan dinding batu bata yaitu

  • Luas dinding batu bata = 2 m x 33 m = 66 m2.

Volume dalam satuan m2.

Dari data luas dinding tersebut maka dapat kita ketahui luasan plesteran untuk dua sisi yaitu

  • luas pekerjaan plesteran dinding = 2 sisi x 66 m2 = 132 m2.

Volume dalam satuan m3.

Untuk mengetahui jumlah meter kubik plesteran maka dapat dilakukan dengan cara mengalikan luas plester dengan ketebalanya.

  • Volume pekerjaan pleseteran dinding = 132 m2 x 0,02 m = 2,64 m3

Jadi volumenya dalah 132 m2 jika menggunakan satuan meter persegi, atau 2,64 m3 jika menggunakan satuan m3.

 

Selanjutnya untuk mengetahui jumlah kebutuhan pasir dan semen maka bisa dicari dengan menggunakan rumus analisa harga satuan berdasarkan SNI standar nasional indonesia atau menggunakan data pribadi hasil penelitian pekerjaan pleseteran dinding. selamat berhitung semoga menghasilkan pekerjaan terbaik 🙂

Jumlah kebutuhan batako untuk dinding rumah

Dinding batako bisa menjadi alternatif untuk membuat rumah tembok, jenis material batu buatan ini banyak digunakan karena kecepatan dalam waktu pemasangan serta dapat lebih menghemat penggunaan adukan jika dibanding pasangan dinding batu bata. disini kita akan coba menguraikan cara menghitung jumlah kebutuhan batako untuk dinding rumah tinggal, dengan menghitung secara tepat maka total material yang didatangkan bisa pas tidak kurang atau lebih sehingga dapat menyebabkan pemborosan biaya bangun rumah. O.k kita mulai contoh perhitunganya sebagai berikut

 

Gambar pasangan dinding batako

dinding batako

 

Contoh perhitungan kebutuhan dinding batako

Sebuah ruang dapur ukuran 3mx 3m tinggi 3m menggunakan pasangan dinding batako ukuran 10cm x 20 cm x 40 cm, jendela pada salah satu dinding berukuran 0,7m x 1,5 m dan satu pintu masuk ukuran 0,9m x 2,1 m. Berapa total kebutuhan batako untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan ruang dapur tersebut? mari kita hitung disini.

Langkah pertama kita hitung terlebih dahulu luas keempat sisi ruangan yaitu

  • Luas dinding batako = 4 sisi x 3m x 3m = 36 m2.

Kemudian kita hitung lobang yang ada pada dinding batako tersebut, karena tentunya lobang ini tidak termasuk dalam pekerjaan pemasangn dinding.

  • Lubang pintu yang tidak dipasang batako 0,9m x 2,1 m = 1,89m.
  • Lubang jendela yang tidak dipasang batako 0,7m x 1,5 m = 1,05m.

Jadi luas dinding batako adalah 36-1,89-1,05 = 33,06 meter persegi.

Selanjutnya kita cari data jumlah batako yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 m2 pasangan dinding rumah.

  • Jika tebal spesi 1 cm, maka luas satu batako berikut adukanya adalah 0,21m x 0,41 m = 0,0861 m2.
  • Jumlah batako per m2 adalah 1m2 : 0,0861m2 = 11,614 jadi ada 12 bh.

Dari data tersebut maka kita dapat mengalikanya dengan volume dinding sehingga didapatkan total material yang dibutuhkan. Kebutuhan batako per meter persegi adalah 12 bh, maka total jumlah batako yang diperlukan adalah 33,06 m2 x 12 bh = 396,72 bh dibulatkan menjadi 400 bh. selanjutnya tinggal datang ke toko bangunan untuk membeli batako dengan jumlah sesuai perhitungan.

Volume kebutuhan pasangan dinding batu bata

Pasangan dinding batu bata banyak digunakan pada rumah tembok diberbagai wilayah Indonesia, bahan bangunan yang terbuat dari hasil pembakaran tanah liat ini tergolong murah dan mudah didapat, selain itu kemudahan dalam pengerjaanya juga menyebabkan batu bata banyak digunakan masyarakat. sebelumnya perlu dilakukan perhitungan terlebih dahulu untuk mendapatkan data volume kebutuhan pasangan dinding batu bata sehingga bisa mendatangkan material dalam jumlah pas. volume pekerjaan dinding batu bata dapat dihitung dalam satuan m2 atau m3, kemudian untuk mendapatkan nilai perkiraan rencana anggaran biaya bangunan maka dapat dilakukan dengan cara mengalikan total volume dengan harga satuan per m3 pasangan batu bata merah.

 

Gambar pasangan dinding batu bata

pasangan batu bata

Contoh perhitungan volume pasangan dinding batu bata

Pembuatan kamar tidur ukuran 3 m x 3 m dan tinggi 3 m menggunakan pasangan batu bata ukuran 5cm x 10 cm x 20 cm, ada satu pintu masuk ukuran 90 cm x 210 cm, dan jendela satu buah ukuran 70 cm x 150 cm, berapa volume pekerjaan pasangan dinding batu bata?

Kita hitung terlebih dahulu total panjang dinding batu bata keempat sisi kamar yaitu 4bh x 3m = 12 m

  • luas pasangan dinding batu bata = panjang x tinggi
  • L = 12 m x 3 m = 36 m2.

Selanjutnya kita hitung luas lobang pada dinding yaitu pintu dan jendela

  • Luas pintu = 0,9m x 2,1 m = 1,89 m.
  • Luas jendela = 0,7m x 1,5 m = 1,05 m.

Jadi total volume pasangan dinding batu bata adalah 36 m2 – 1,89 m2 – 1,05 m2 = 33,06 m2.

Untuk menghitung total kebutuhan batu bata maka bisa dilakukan dengan cara mencari terlebih dahulu data jumlah bata yang diperlukan dalam 1 m2. misalnya kita ketahui jumlah batu bata per m2 = 70 bh. maka total bata yang dibutuhkan adalah 33,06 m2 x 70bh = 2314,2 dibulatkan menjadi 2315 bh. jadi kita bisa membeli batu bata di toko bangunan dengan menambahkan sedikit faktor keamanan untuk mrngantisipasi pecah atau kerusakan dengan total jumlah pembelian batu bata sebanyak 2350 bh.

 

Untuk menghitung total kebutuhan pasir dan semen pada batu bata bisa kita lihat pada artikel berikutnya yang berjudul analisa harga satuan pasangan dinding batu bata per m2 🙂

Cara menghitung kebutuhan kayu pada kusen dan daun pintu

Disini kita uraikan cara menghitung kebutuhan kayu pada kusen dan daun pintu dalam satuan m3. pintu kayu banyak digunakan pada rumah tinggal, gedung kantor atau bangunan lainya karena teksturenya yang alami membuat ruangan mempunyai nilai arsitektur tinggi, selain itu negara Indonesia merupakan penghasil kayu terbesar di dunia sehingga cukup mudah untuk mendapatkan jenis bahan bangunan ini. namun AnalisaHarga.com menyarankan agar menggunakan alternatif bahan bangunan lain untuk menjaga kelesatarian pohon di muka bumi ini, contohnya bisa menggunakan pintu alumunium, pintu plastik atau kusen cor beton sehingga bisa menghemat penebangan pohon. kembali ke topik kita mulai perhitungan kebutuhan bahan untuk membuat satu buah pintu kayu.

Gambar pintu kayu

pintu kayu

Contoh perhitungan bahan pada pintu kayu

Sebuah pintu kayu berukuran 90 cm x 215 cm, menggunakan kayu kusen ukuran 5 cm x 10 cm, daun pintu ukuran 82 cm x 211 cm memakai kayu papan ukuran 20 cm x 3 cm, menggunakan angkur besi diamater 10 mm panjang 20 cm dipasang dua sisi samping setiap jarak 50 cm. berapa kebutuhan bahan untuk membuat pintu kayu tersebut? mari kita hitung satu persatu 🙂

 

Kebutuhan kayu kusen pintu

  • Pertama kali kita hitung terlebih dahulu luas penampang kayu kusen yaitu 0,05 m x 0,10 m = 0,005 m2.
  • Lalu kita cari total panjang kusen yaitu 2,15 m + 0,8 m + 2,15 m = 5,1 m.
  • Berikutnya kita kalikan luas penampang dengan panjang kayu sehingga didapatkan jumlah meter kubik kayu yang dibutuhkan adalah 0,005 m2 x 5,1 m = 0,0255 m3.
  • Untuk mengetahui volume kayu dalam jumlah batang maka kita perlu mengetahui terlebih dahulu panjang kayu 5/10 dipasaran yang akan kita beli, contohnya kita ketahui panjang kayu per batang 3m. maka jumlah kayu yang perlu dibeli adalah 5,1 m : 3 m = 1,7 batang, bisa dibulatkan menjadi 2 btg.

Kebutuhan kayu daun pintu

  • Kita hitung luas daun pintu yaitu 0,82 m x 2,11 m = 1,7302 m2.
  • Selanjutnya kita cara volume dalam meter kubik yaitu dengan cara mengalikan luas daun pintu dengan ketebalanya sehingga menjadi 1,7302 m2 x 0,03 m = 0,051906 m3.
  • Untuk mengetahui jumlah lembar papan yang dibutuhkan maka dapat dihitung dengan cara membagi kebutuhan luas daun pintu dengan luas satu papan, jika satu papan panjangnya 2,5 m maka luasnya adalah 2,5 m x 0,2 m = 0,5 m2.
  • Jadi total kebutuhan papan kayu adalah 1,7302 m2 : 0,5 m2 = 3,4604 papan, atau bisa dibulatkan menjadi 4 btg papan.

Kebutuhan besi angkur

  • Kita lihat pada tabel besi untuk mengetahui berat besi diamater 10 mm yaitu 0,62 kg.
  • Total panjang angkur yang dibutuhkan yaitu 8bh x 0,2 m = 1,6 m.
  • Total berat besi diamater 10 mm yang dbutuhkan adalah 1,6 m x 0,62 kg = 0,992 kg

Jdi rekapitulasi kebutuhan bahan untuk membuat pintu kayu ukuran 90 cm x 215 cm seperti gambar diatas adalah sebagai berikut.

  • Kayu ukuran 5 cm x 10 cm x 300 cm sebanyak 2 btg.
  • Papan kayu ukuran 3 cm x 20 cm x 250 cm sebanyak 4 btg.
  • Besi diamater 10 mm sepanjang 1,6 m atau 0,992 kg.

Demikian contoh cara menghitung kebutuhan material pada pintu kayu ini, semoga bermanfaat 🙂

Contoh menghitung kebutuhan material jendela kayu

Jendela kayu banyak digunakan sebagai ventilasi sekaligus memperindah rumah tinggal, bahan untuk membuat jendela bisa menggunakan perpaduan kayu dan kaca atau alumunium kaca, pemilihan dapat menyesuaikan selera dan anggaran biaya yang disediakan khusus untum pembuatan jendela rumah. disini kita coba untuk membuat contoh menghitung kebutuhan material jendela kayu barangkali berguna bagi yang kebetulan sedang mencari referensi tutorial tentang ini.

 

Gambar jendela kayu dan Kaca

jendela kayu

Contoh perhitungan kebutuhan material pada jendela

Sebuah jendela kayu ukuran lebar 70 cm dan tinggi 150 cm, menggunakan kusen kayu ukuran 5 cm x 10 cm dan daun jendela setebal 3 cm lebar 12 cm. kaca jendela ukuran 35 cm x 115 cm. berapa jumlah material kayu dan kaca yang diperlukan untuk membuat jendela ini?

Kebutuhan kusen jendela kayu

  • Kita hitung terlebih dahulu luas penampang kayu yaitu 0,05 m x 0,1 m = 0,005 m2.
  • Lalu mencari total panjang kusen adalah 1,5 m + 0,7 m + 1,5 m + 0,7 m = 4,4 m.
  • Jadi jumlah meter kubik kayu yang dibutuhkan sama dengan 4,4 m x 0,005 m2 = o,o22 m3.
  • Jika panjang kayu per batang 3 m , maka jumlah kayu yang dibutuhkan 4,4 : 3 =1,47 btg.

Kebutuhan daun jendela kayu

  • Luas penampang kayu 0,03 m x 0,12 m = 0,0036 m2.
  • Total panjang kayu untuk membuat jendela ini adalah 1,4 m + 0,36 m + 1,4 m + 0,36 m = 3,52 m. angka 1,4 m berasal dari total tinggi jendela 1,5 m dikurangi kusen atas dan bawah masing-masing 0,05 m jadi 1,5 – 0,05 – 0,05 = 1,4 m. sedangkan angka 0,36 m berasal dari lebar daun jendela dikurangi tebal kusen lalu dikurangi lagi bagian daun jendela yang sudah kita hitung dari arah tegak jadi 0,7-0,05-0,05-0,12-0,12 = 0,36 m.
  • Jadi volume meter kubik kayu daun jendela sama dengan 3,52 m x 0,0036 m2 = 0,012672 m3.
  • Jika panjang kayu perbatang 3 m, maka jumlah batang kayu yang diperlukan 3,52 : 3 = 1,173 btg.

Kebutuhan besi angkur

  • Kita lihat tabel besi untuk mengetahui berat besi diamater 10 mm seberat 0,62 kg/m.
  • Kita cari total panjang besi akur yang diperlukan = 6 bh x 0,2 m = 1,2 m.
  • Jadi total berat besi diamater 10 mm = 1,2 m x 0,62 kg/m = 0,744 kg.

Maka kita ketahui jumlah material yang dibutuhkan untuk membuat jendela kayu kaca seperti gambar diatas yaitu

  • Kayu kusen 5 cm x 10 cm sebanyak 1,47 btg.
  • Kayu daun jendela ukuran 3 cm x 12 cm sebanyak 1,173 btg.
  • Besi angkur diamater 10 cm dipotong masing-masing 20 cm sebanyak 6 bh sehingga totalnya ada 1,2 m.
  • Kaca tebal 6 mm ukuran 35 cm x 115 cm. dengan luas 0,4025.
  • Engsel jendela 2 bh.
  • Kunci jendela 1 bh.
  • Handel jendela 1 bh.

Demikian contoh menghitung bahan yang dibutuhkan untuk membuat satu jendela ukuran 70 cm x 150 cm, sebelumnya sudah kita bahas cara menghitung kebutuhan kayu pada kusen dan daun pintu mohon dikoreksi jika ada yang salah dan terimakasih bagi yang bersedia melangkapi tutorial ini 🙂

Senin, 12 Desember 2016

Cara menghitung rab volume pekerjaan

  1. Pekerjaan Awal
    1. Teknik Sipil - PengukuranYang dimaksud dengan pengukuran adalah sebelum memulai pekerjaan, untuk menentukan posisi dari bangunan dilakukan pengukuran batas-batas, volume pengukuran adalah dihitung dg satuan lumpsum, missal diperkirakan dikerjakan 2 hari dengan 2 tukang, sehingga perhitungan sbb ,upah tukang Rp.50.000, maka biaya 50.000 x 2 x 2 = Rp. 200.000.
    2. Bowplank Digunakan untuk membantu menentukan As atau letak titik dari bangunan, dengan cara membuat pagar menggunakan papan2/15 dipaku pada kayu ukuran 5/7 sebagai tiang, dibuat dengan jarak 1 meterdari as bangunan dipasang keliling bangunan. Misal rumah ukuran 6 x 7 , maka volume bowplank adalah (6+1+1) + (7+1+1) =17m. Harga dan kebutuhan material dapat dilihat pada Analisa pekerjaan.
  2. Pekerjaan Galian dan urugan
    1. Galian Adalah pekerjaan menggali yang berhubungan dengan pembuatan fondasi, dalam dan lebarnya fondasi ditentukan oleh type fondasi. Misal lebar bawah fondasi 70 cm, maka lebar dari galian adalah 70 cm ditambah kiri 10 cm kanan10 cm menjadi 70 + 20 = 90 cm, sedangkan kedalaman galian juga ditentukan oleh keadaan tanah baik, tetapi kalau kondisi tanah biasa umumnya kedalaman galian 70 cm, maka volume galian adalah 0.9 m x 0.7 m x panjang fondasi = satuan m3, sedangkan untuk menentukan berapa jumlah tenaga atau upah dapat dilihat analisa pekerjaan galian.
    2. Urugan Adalah pekerjaan mengurug lantai bangunan, volume dihitung luas bangunan dikalikan tinggi urugan satuan m3, kebutuhan material urugan dan jumlah tenaga atau upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
    3. Mengurug kembali Adalah mengurug bekas galian Fondasi, volume biasanya dihitung 1/3 dari volume galian, contoh volume galian 60 m3 maka urugan kembali adalah 60m3/3 = 20 m3.
  3. Pekerjaan Fondasi
    1. Lantai Kerja Adalah suatu item pekerjaan yang lokasinya dibawah fondasi (lihat fondasi Rumah), lantai kerja dapat berupa urugan pasir dengan tebal 10 cm, pasangan batu kali kosong, atau beton dengan campuran 1:3:5 tebal 5 s/d 10 cm. Cara perhitungan adalah luas dikalikan tebal dengan satuan m3, kebutuhan material dan upah lihat analisa pekerjaan.
    2. Pasangan Fondasi yang kami maksudkan disini adalah fondasi batu kali (stal) untuk bangunan rumah lantai 1, cara menghitung volume hitung semua panjang fondasi kemudian dikalikan tinggi fondasi, dan dikalikan (lebar atas + lebar bawah dibagi 2), satuan m3. Contoh: panjang seluruh fondasi 50 meter, tinggi fondasi 0,7 meter, lebar atas fondasi 0.3 meter lebar bawah fondasi 0.7 meter, maka volumenya adalah 50 x0,7 x ((0,3 + 0,7) / 2) = 17,5 m3.
  4. Pekerjaan Beton
    1. Sloof Yang dimaksud dengan sloof adalah struktur bangunan yang berada diatas fondasi untuk lebih jelas lihat sloof rumah lantai 1 dan
    2. Cara menghitung volume sebagai berikut : untuk volume beton panjang total sloof x lebar x tinggi = satuan m3. Untuk perhitungan jumlah besi beton, pertama yang dicari adalah jumlah begel, dengan cara panjang total sloof dibagi jarak begel ditambah 1 = jumlah begel, jumlah begel dikalikan panjang satu begel = panjang total besi beton yang dibutuhkan. Misal sloof 15/20, begel d 8 – 15, panjang total 25 meter, jumlah begel =(25/0.15)+1=167,6 bh = 168 bh, sedangkan panjang satu begel = ((15 -5)x 2)+((20-5) x 2)= 50 cm, maka total besi beton untuk begel adalah 0,5 x 168 = 84meter, satu batang besi beton panjang standar adalah 12 m, 84/12= 7 batang. Untuk menghitung besi beton tulangan pokok yaitu dengan cara jumlah tulangan pokok dikalikan panjang total.
    3. Sedangkan untuk perhitungan RAB besi beton tidak dihitung, yang ditampilkan adalah volume beton.
    4. Kolom Cara menghitung Volume adalah tentukan atau hitung jumlah kolom kemudian dikalikan tinggi kolom, sehingga mendapat total panjang kolom x lebar x tinggi = volume kolom satuan m3.
    5. Ring balk. Cara menghitung volume sama dengan perhitungan sloof dan kolom.
  5. Pekerjaan Dinding
    1. Pasangan Bata. Dinding pasangan bata ada 2 cara menghitung yaitu dengan cara perhitungan luas dan dengan cara perhitungan isi, untuk perhitungan isi jarang sekali digunakan, akan tetapi bila suatu saat dibutuhkan dengan cara perhitungan isi, caranya adalah luas x tebal, untuk tebal tergantung jenis pasangan bata, pasangan 1 bata atau ½ bata ,untuk ukuran 1 bata yaitu 30 cm sedangkan ukuran ½ bata 15 cm. Cara menghitung luas pasangan bata adalah sebagai berikut, pertama hitung keliling dari dinding, kalikan dengan tinggi dinding, dan dikurang luas dari daun jendela, daun pintu, boven, satuan m2.
    2. PlesteranVolume plesteran adalah 2 x dari volume pasangan bata.
    3. AcianSama dengan cara menghitung volume plesteran tetapi dikurangi, daerah yang tidak di aci seperti dinding keramik dll.
    4. Sponengan atau tali air Sponengan atau tali air adalah batas antara kusen dan plesteran, bila lebar kusen kurang dari lebar dinding (15 cm) maka batas antara kusen dan plesteran disebut sponengan, sedangkan bila lebar kusen sama dengan lebar dinding maka batas antara kusen dan plesteran disebut tali air.
  6. Pekerjaan Kusen dan Pintu, Jendela
    1. Pembuatan Kusen Cara perhitungan kusen pada RAB ada 2 macan yaitu dengan satuan jadi, atau m3, untuk satuan m3 yaitu hitung semua panjang dari bahan pembuat kusen kemudian dikalikan dengan tebal dan lebar dari kayu, satuan m3. Kebutuhan material dan upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
    2. Daun Pintu. Daun pintu ada beberapa macam, missal daun pintu panil atau doble plywood, dalam perhitungan volume untuk RAB biasanya di hitung perunit.
    3. Pasang Kusen Pintu dan Jendela Volume pemasangan bermacam-macam, antara lain dg cara panjang keliling kusen, perlubang, atau perunit.
    4. Pasang Daun Pintu dan Jendela Volume pemasangan dihitung perunit, diluar pemasangan kunci tanam, hak angin, slot.
  7. Pekerjaan Rangka Atap.
    1. Pembuatan Kuda-Kuda Volume dihitung dengan satuan m3, yaitu panjang total bahan dikalikan dimensi kayu yang dipakai. Contoh, panjang total bahan yang digunakan untuk kuda-kuda adalah 25meter kayu yang digunakan 8/12 maka volume adalah 25 x 0.08 x 0.12 =0.24 m3.untuk harga dapat dilihat analisa pekerjaan.
    2. Pembuatan Gording. Yang dimaksud dengan pembuatan gording adalah pembuatan sambungan antara gording, satuan adalah m3, cara mencari volume sama dengan cara mencari volume pada perhitungan kuda-kuda.
    3. Pembuatan Jurai. Sama dengan pembuatan gording,
    4. Pembuatan Balok Nok. Sama dengan pembuatan gording, dan Jurai. Untuk ketiga item pekerjaan tersebut dimensi kayu biasanya sama hanya letak saja yang membedakan nama item pekerjaan.
    5. Pasang Kuda-kuda.Yang dimaksud pasang kuda-kuda biasanya disebut erextion kuda-kuda, adalah pemasangan kuda-kuda dilokasi tempatnya kuda-kuda. Tidak membutuhkan material tambahan karna kuda-kuda dipasang setelahdibuat. Biaya biasanya diambil 50 % dari biaya pembuatan kuda-kuda. Begitu juga untuk pemasangan jurai, gording, balok nok. Satuanvolumenya adalah m3.
    6. Pasang Papan Suri. Yang dimaksud dengan papan suri adalah, papan yang letaknya diatas balok nok, yang berfungsi untuk menahan kerpus, ukuran yg digunakanbiasanya 2/20 dapat juga lebih kecil atau lebih besar sesuai kebutuhandilapangan. Satuan volumenya adalah m’.
    7. Pasang Usuk. Usuk biasanya menggunakan kayu ukuran 4/6 atau 5/7, yg sering digunakan adalah kayu ukuran 5/7, untuk atap yg menggunkan asbes atau seng tidak memakai usuk, cukup dengan gording. Perhitungan usuk yaitu luas dengan satuan m2. kebutuhan matererial dan upah lihat analisa pekerjaan.
    8. Pasang Alumunium poil. Pemasangan alumunium poil dimaksudkan untuk mengurangi panas danmencegah tampias saat terjadi hujan yang disertai angin, bahan yang digunakan tidak mutlak alumunium poil, dapat diganti dengan karpetatau seng plat. letak alumunium poil adalah diantara usuk dan reng. Satuannya adalah m2.
    9. Pasang Reng. Reng ukuran yang digunakan ada dua macam yaitu 2/3 atau¾, tergantung jenis genteng yang dipakai, untuk genteng beton biasanya menggunakan ukuran ¾ , perhitungan reng adalah sama dengan menghitung usuk yaitu luas dengan satuan m2. (luas reng sama dengan luas dari usuk).
    10. Pasang Genteng ada beberapa jenis, akan tetapi yang umum adalah genteng beton dan genteng keramik. Perhitungan volume adalah luas dengan satuan m2. biasanya sama dengan luas reng maupun usuk.
    11. Pasang talang Talang ada beberapa jenis bahan yang digunakan, talang seng, talang PVC, talang beton, untuk setiap jenis bahan cara perhitungan volume berbeda-beda, untuk talang yang terbuat dari seng volume nya adalah luas dengan satuan m2, talang yang terbuat dari PVC volumenya adalah panjang dengan satuan m’, sedangkan untuk talang beton dapat dihitung dengan m3 ataupun m2.
    12. List plank ada beberapa jenis bahan yang digunakan, yaitu bahan darikayu, beton, pvc, fiber dll, tetapi saat ini list plank yang sering digunakan adalah terbuat dari kayu dan beton, perhitungan volume ada yang menggunakan m’,m2,m3. perhitungan volume tidak mengikat.
  8. Pekerjaan Penggantung dan Pengunci.
    1. Rangka Plafond Rangka plafon ada beberapa jenis bahan yang digunakan, yaitu rangka kayu 4/6, rangka besi (bermacam-macam). Untuk perhitungan volume kalau menggunakan kayu biasanya dihitung luas, sedangkan untuk besi dihitung dengan berat (kg).
    2. Pasang PlafonPlafon bermacam-macam dari jenis bahan yang digunakan, seperti, bahan kayu, eternit, asbes plat, playwood, gibsum dll, untuk perhitungan volume adalah luas dengan satuan m2.
    3. Pasang Kunci tanam, grendel, hak angin. Perhitungan menggunakan satuan unit, atau buah.
    4. Pasang Kaca.Pemasangan kaca yaitu dengan perhitungan luas satuan m2.5. List plafond Yang dimaksud dengan list plafon adalah list yang berada dipinggir pertemuan antara plafond dengan dinding, tujuan pemasangan list, agarterlihat rapi. Satuan volume adalah m’
  9. Pekerjaan Lantai dan keramik.
    1. Beton Lantai 1:3:5 Yang dimaksud dengan beton lantai, biasanya disebut floor, ataup lesteran lantai, tebal beton lantai untuk rumah tinggal mulai dari 5 cmsampai dengan 10 cm. sebelum lantai diplester sebaiknya diberi urugan pasir setebal 10 cm. Untuk perhitungan volume lantai beton m3, tetapi kadang-kadang ada yang membuat m2.
    2. Pasang keramik lantai utama dan wc. Pemasangan keramik lantai volume yang digunakan adalah luas dg satuanm2.
    3. Pasang Keramik Dinding. Pemasangan keramik dinding volume yang digunakan adalah luas dg satuan m2.
  10. Pekerjaan Sanitasi
    1. Pasang Saluran air bersih pvc ¾”. Perhitungan volume adalah panjang dengan satuan m’.
    2. Pasang Saluran Air kotor pvc 4” Perhitungan volume adalah panjang dengan satuan m’.
    3. Pasang Closet, kran Perhitungan volume adalah buah atau unit.
    4. Pembuatan Septick tank atau beerput. Septick tank atau beerput adalah suatu tempat untuk menampung kotoran manusia, perbedaan septick tank dan beerput adalah dari bentuk medan bahan yang digunakan akan tetapi fungsinya sama. Septick tank bahan yang digunakan adalah pasangan bata, dengan ukuran persegi panjang, sedangkan kalau beerput bahan yang digunakan buis beton diameter 80 cm s/d 90 cm. biasanya perhitungan volume adalah unit (lansung jadi).
    5. Saluran Peresapan atau Sumur Peresapan. Saluran peresapan atau sumur peresapan adalah suatu bangunan yangberfungsi sebagai peresapan air dari buangan septick tank.

Selasa, 06 Desember 2016

Cara menghitung volume pondasi batu kali

Kali ini kita uraikan tentang cara menghitung volume pondasi batu kali yang biasa digunakan sebagai dudukan rumah tinggal, struktur dinding penahan tanah atau konstruksi lainya. secara umum perhitunganya menggunakan sistem volume m3, jadi kita perlu tahu total panjang pondasi dan berapa luas penampangnya, nah.. dari luas penampang dikalikan panjang pondasi itulah kita dapatkan jumlah m3. berikut penjelasanya

 

Melihat gambar denah pondasi untuk menghitung panjang pasangan batu kali

denah pondasi batu kali

Panjang sisi tepi = A+H+C+K = 5+12+5+ 12= 34m

Panjang pondasi sisi tengah = B+C+D+E+F+I+J = 5+2,5+2,5+2,5+2,5+7,2+1,5 = 23,7m

Perhitungan pondasi batu kali tepi bangunan ( batas tanah dengan tetangga)

pondasi batu kali batas tanah tetangga

Luas penampang = ((0,6m + 0,3m)/2) x 0,4 m = 0,18m2

pada gambar potongan diatas dapat kita lihat bahwa pasangan batu kalinya berbentuk trapesium, jadi luasnya dapat kita hitung dengan rumus jumlah panjang sisi sejajar dibagi dua kemudian dikalikan tingginya.

jumlah panjang pondasi sisi tepi = A+H+C+K = 6+12+6+ 12= 34m

jumlah volume pondasi sisi tepi = 0,18m2 x 34m = 6,12m3

Perhitungan pondasi batu kali sisi tengah bangunan

pondasi batu kali

Luas penampang = ((0,6m + 0,3m)/2) x 0,4 m = 0,18m2

cara menghitungnya menggunakan luas penampang trapesium

jumlah panjang pondasi sisi tengah = = B+C+D+E+F+I+J = 6+2,5+2,5+2,5+2,5+7,2+1,5 = 23,7m

jumlah volume pondasi sisi tengah = 0,18m2 x 23,7m = 4,266m3.

 

Jadi total volume pondasi batu kali pada gambar denah rumah tersebut adalah 6,12m3+4,266m3 = 10,386m3

 

untuk menghitung kebutuhan bahan bangunan yang digunakan untuk memasang pondasi batu kali perbandingan campuran adukan 1 semen: 4 pasir bisa dilakukan dengan mengalikan volume m3 dengan analisa harga satuan pekerjaan,

menurut SNI 2836:2008 no 6.2 menyatakan bahwa untuk membuat 1 m3 pasangan batu kali 1pc:4ps diperlukan bahan

  • Batu kali = 1,2 m3
  • Semen = 163 kg
  • Pasir = 0,52 m3

Jadi untuk mengerjakan pasangan batu kali sebesar 10,386 m3 dibutuhkan material

  • Batu kali = 1,2m3 x 10,386 m3 = 12,4632 m3
  • Semen = 163kg x 10,386 m3 = 1692,918 kg, jadi 1692,918kg/50kg = 34 zak semen isi 50kg.
  • Pasir = 0,52m3 x 10,386 m3 = 5,40072 m3.

 

Demikian cara menghitung volume pekerjaan pasangan pondasi batu kali ini semoga bermanfaat, selanjutnya kita uraikan tentang cara menghitung volume pekerjaan urugan tanah kembali dan struktur balok sloof.

Senin, 05 Desember 2016

MENGHITUNG KOMPOSISI ADUKAN BETON

Adukan perbandingan beton 1 : 2 : 3
Perbandingan Semen, Pasir dan Batu Split/Kerikil 1 : 2 : 3.
Trus masing-masing jadi berapa volumenya ?
Pertama-tama kita harus mengetahui berapa bagian masing-masing item.
Semen : 1/6
Pasir : 2/6
Batu Split : 3/6
Jadi Semen mempunyai bagian 1/6 dari 1 m3 beton = 0,167 m3, Pasir mempunyai bagian 2/6 dari 1 m3 beton = 0,333 m3, Batu Split/Kerikil mempunyai bagian 3/6 dari 1 m3 beton= 0,5 m3.

Sekarang untuk pelaksanaannya bagaimana cara yang mudah untuk membuat adukan beton sesuai dengan takaran tadi.Pemisalan dalam membuat takaran. Takaran ini mengacu pada jumlah semen. Takaran biasanya dibuat dari kayu yang biasa disebut Dolak. Dolak ini dibuat sesuai dengan ukuran 1 (satu) sak semen (persegi). Jadi Takarannya menjadi : Semen = 1 dolak, Pasir = 2 dolak dan Batu Split/Kerikil = 3 dolak.

Perencanaan duct beton mempunyai ukuran 3 x 5 m2 . Maka harus mengetahui volume duct beton yang akan di buat. Misalkan perencanaan dengan ketebalan 10 cm, maka volume beton yang dibutuhkan adalah 3 x 5 x 0,1 m3 = 1,5 m3.

Dari perbandingan beton tadi volume kebutuhan masing-masing material adalah :
Semen = 1/6 x 1,5 m3 = 0,25 m3 atau jika dikonversi dalam satuan sak semen = Volume Semen : Volume 1 sak semen (mis ukuran 1 sak semen 50 kg = 0,1 x 0,4 x 0,6 = 0,024 m3) = 0,25 : 0,024 = 10,416 sak semen @ 50 kg. Pasir = 2/6 x 1,5 m3 = 0,5 m3. Batu Split/ Kerikil = 3/6 x 1,5 m3 = 0,75 m3.

Untuk kekuatannya bagaimana ? Apakah adukan beton 1 : 2 : 3 memenuhi syarat untuk kebutuhan pelaksanaan konstruksi duct beton ?
Untuk adukan beton 1 : 2 : 3 kurang lebih setara dengan Beton Mutu K-175 atau dengan kata lain mempunyai kuat tekan 175 kg / cm2, dimana cukup untuk memenuhi syarat kondisi kekuatan duct beton. Jika ingin menentukan kekuatan beton sesuai dengan SNI (Standard Nasional Indonesia) misal dengan adukan beton (site mix) dengan K-200 atau K-225 maka dapat mengacu pada Buku SNI tentang Komposisi Adukan Beton yang diterbitkan oleh Dinas PU.

Cara membuat sudut siku pondasi rumah

Cara membuat sudut siku pondasi rumah dapat dilakukan dengan beberapa alternatif yang tujuan intinya adalah bagaimana agar rumah yang akan dibangun nantinya bisa benar-benar kotak bersudut 90 derajat. kenapa sudutnya harus siku? inilah macam-macam hal yang mengharuskan agar sudut bangunan bisa benar-benar siku.

 

Kenapa bangunan harus siku? berikut ini beberapa jawabanya.

  1. Ruangan yang siku lebih mudah dan bagus dalam menempatkan furniture.
  2. Pemasangan keramik lebih rapi, tidak miring atau adanya las-lasan pinggir ruangan yang tidak seragam sehingga ruangan terkesan berkualitas buruk.
  3. Lebih bagus jika dinilai dari seni arsitektur rumah.

Lalu bagaimana cara membuat sudut siku bangunan? berikut ini macam-macam cara yang bisa dilakukan.

  1. Menggunakan sistem perbandingan segitiga 3 : 4 : 5. contohnya membuat segitiga dengan bantuan benang ukur, masing-masing sisi segitiga berukuran 30 cm, 40 cm dan 50 cm maka secara otomatis membentuk sudut siku 90 derajat.
  2. Menggunakan alat bantu, bisa dengan memakai penggaris siku, atau membuat sendiri pengukur siku dengan menggunakan balok kayu yang telah dirangkai sebelumnya.
  3. Yang ini khusus bagi surveyor yang telah mempelajari ilmu ukur tanah secara mendalam, caranya yaitu dengan memnggunakan alat teodolit sehingga bisa distel berapa sudut yang diinginkan.

 

Pembuatan sudut siku pondasi rumah bisa dilakukan dengan memasang bow plank sebagai patokan dalam menarik garis-garis benang ukur sehingga bisa membentuk sudut 90 derajat. selanjutnya pemasangan batu kali dan sloof tinggal mengikuti pedoman garis yang telah dibuat sebelumnya dengan patokan bow plank.

Cara menghitung biaya m2 pagar besi rumah minimalis dan kebutuhan hollow

Cara menghitung biaya m2 pagar besi rumah minimalis dan kebutuhan hollow secara teliti dari pandangan bengkel las besi bisa dilakukan dengan melihat dulu bagaimana desain bentuk pagarnya, dari situ dapat kita lihat seberapa banyak material besi hollow atau pipa yang dipakai, seberapa banyak material dan alat bantu yang diperlukan seperti kawat las, mesin las, dll. lalu ditambahkan dengan ongkos upah tenaga kerja. dari data-data tersebut bisa dihitung berapa total biaya yang dibutuhkan untuk membuat pagar, dan berapa harga jual ke konsumen dalam satuan per m2.

pagar besi rumah minimalis

Dari sudut pandang masyarakat umum rata-rata cukup mengetahui berapa biaya pembuatan pagar besi rumah minimalis per m2, lalu kita hitung berapa luas pagarnya untuk dikalikan dengan harga /m2 maka ketemulah total ongkos pembuatan pagar besi minimalis. berikut uraian perhitunganya, ini juga sekaligus bisa dijadikan sebagai analisa usaha bengkel las pagar besi 🙂

Gambar denah pagar besi minimalis

denah pagar besi minimalis

pada gambar denah pagar tersebut bisa kita lihat ada dua buah pintu besi minimalis, yang sebelah kiri lebarnya 1m, yang sebelah kanan lebarnya 2,175m dibagi tiga lipat dengan masing-masing lebarnya 0,725m.

Gambar tampak pagar besi minimalis

tampak pagar besi minimalis

pada gambar tampak depan pagar tersebut bisa kita lihat pintu sebelah kiri tingginya 1,2m. yang sebelah kanan tingginya juga 1,2m. bagian tepi memakai besi hollow 3cm, sedang ruji-ruji bagian tengah memakai besi hollow 2cm.

Menghitung kebutuhan besi hollow pagar minimalis

Pintu pagar kiri

  • Luas = 1m x 1,2 m = 1,2 m2.
  • Besi hollow 3cm = 1m + 1m + 1,14m + 1,14m + 1,5m + 1,5m = 7,28 m.
  • Bessi hollow 2cm = 11bh x 1,14m = 12,54 m.

Pintu pagar kanan

  • Luas = 2,178m x 1,2m = 2,6136 m2.
  • Besi Hollow 3cm = (3 bh x (0,725m +0,725m +1,14m +1,14m ))+1,5m +1,5m = 14,19m.
  • Besi Hollow 2cm = 3bh x ( 7bh x 1,14m) = 23,94m.

Jadi total luas pagar = 1,2 m2 + 2,6136 m2 = 3,8136 m2.

total kebutuhan besi hollow

  • Besi Hollow 3cm = 7,28 m +14,19m = 21,47 m. jumlah batang = 21,47/6 =3,587 btg.
  • Besi Hollow 2cm = 12,54 m +23,94m = 36,48m. jumlah batang = 36,48/6=6,08 btg.

Menghitung biaya m2 pagar besi rumah

kita cari data dulu harga besi hollow 30 x 30 dan 20 x 20, lalu kita hitung biayanya

  • Besi Hollow 30×30 = 3,587 btg x Rp.70.000,- = Rp.251.090,-
  • Besi Hollow 20×20 = 6,08 btg x Rp.50.000,- = Rp.304.000,-
  • Kawat las = Rp.50.000,-
  • Tukang besi 2 orang 3 hari = Rp.600.000,-
  • Cat besi = Rp.300.000,-
  • lain-lain = Rp.100.000,-

Total biaya pembuatan pagar besi minimalis seluas 3,8136 m2 = Rp.1.605.090,-

  • jadi biaya per m2 = Rp.1.605.090,- / 3,8136 m2 = Rp.420.885,-
  • harga jual pagar besi perm2 dipasaran = Rp.550.000,-
  • Keuntungan = (Rp.550.000,- x 3,8136m2) – Rp.1.605.090,- = Rp.492.390,-

Begitulah cara menghitung luas pagar besi minimalis, kebutuhan besi hollow dan biaya pembuatanya, semoga bermanfaat 🙂

Cara menghitung volume kolom beton bertulang dalam 1 rumah

Kali ini kita buatkan tutorial tentang cara menghitung volume kolom beton bertulang dalam 1 rumah, volumenya kita hitung dalam satuan m3 yang sekaligus merupakan kebutuhan betonya, sedangkan besi begel dan tulangan pokoknya dicari kebutuhan berapa batangnya, o.k beginilah cara perhitunganya.

cara menghitung volume kolom rumah

Kita lihat gambar denah dan detail kolom

denah dan detail kolom rumah

Pada gambar denah diatas bisa kita lihat pola persegi empat terblock warna hitam, itulah kolomnya. sedangkan keterangan huruf K dan K2 adalah tipe kolomnya, perbedaanya bisa kita lihat pada gambar detail kolom. dimana kolom K mempunyai ketinggian 3m sedangkan kolom K2 berketinggian 1,2m.

Menghitung jumlah kolom dalam 1 rumah

Dengan melihat gambar denah kolom maka bisa kita hitung satu persatu berapa jumlahnya

  • Jumlah kolom K tinggi 3m = 15 buah.
  • Jumlah kolom K2 tinggi 1,2m= 5buah.

Menghitung total panjang kolom beton bertulang

caranya dengan mengalikan jumlah kolom dengan panjangnya.

  • Panjang kolom K = 15bh x 3m = 45 m.
  • Panjang kolom K2 = 5bh x 1,2m= 6m
  • karena ukuran dan penggunaan besinya sama, maka panjangnya bisa kita totalkan menjadi = 45m + 6m =51m.

Menghitung kebutuhan besi begel

  • Panjang 1 begel ⌀8 = 0,1m+0,1m+0,1m+0,1m+0,05m+0,05m=0,5m.
  • Jumlah begel dalam 51m= 51m :0,2m = 255bh.
  • Panjang total begel = 0,5m x 255bh =140,25m.
  • Jumlah batang besi = 140,25m/12m = 11,6875 btg. dibulatkan jadi 12 batang.

Menghitung kebutuhan besi tulangan pokok

  • total panjang besi tulangan utama ⌀10 = 4bh x 51m = 204m.
  • Jumlah batang 204m/12m = 17 btg.
  • Jadi keperluan besi ⌀10 sebanyak 17 batang.

Menghitung volume m3 kolom beton bertulang

rumus volumenya yaitu total panjang kolom x luas penampang kolom

  • Luas penampang kolom = 0,15m x 0,15m = 0,0225m2.
  • Volume kolom 51m x 0,0225m2 = 1,1475 m3.

Jadi volumenya adalah 1,1475 m3. dan angka tersebut juga merupakan kebutuhan betonya.

kita lihat analisa harga satuan beton di Standar nasional indonesia

Analisa harga satuan SNI 7394:2008 No.6.1 memberitahukan kita bahwa untuk Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,87 dibutuhkan

  • Semen = 384kg.
  • Pasir = 692kg.
  • kerikil = 1039kg.
  • Air = 215 liter

koefisien tersebut untuk 1m3 beton, jadi kebutuhan untuk 0,0675m3 beton adalah

  • Semen = 247kg x 1,1475m3 = 283,4325 kg. jika 1 zak semen isi 50kg, maka kebutuhanya = 283,4325 kg/50kg =5,67zak.
  • Pasir = 869kg x 1,1475m3 = 997,1775kg.
  • kerikil = 999kg x 1,1475m3 = 1146,353kg.
  • Air = 215 liter x 1,1475m3 =246,7125 liter.

Rekap Kebutuhan material pada kolom beton bertulang dalam 1 rumah

Jadi keperluan materialnya yaitu

  • Besi begel ⌀8 = 12 batang, atau 255bh bila beli begel jadi.
  • Besi begel ⌀10 = 17 batang.
  • Semen = 283,4325 kg, atau 6 zak semen isi 50kg.
  • Pasir = 997,1775kg.
  • kerikil = 1146,353kg.
  • Air =246,7125 liter.

Begitulah langkah perhitunganya, semoga bermanfaat 🙂

Cara menghitung kebutuhan besi dan beton pada kolom praktis

Bangunan yang kokoh perlu didukung oleh kolom yang kuat, salah satunya kita bisa menggunakan struktur beton bertulang, Nah.. kali ini kita uraikan tentang cara menghitung kebutuhan besi dan beton pada kolom praktis

Gambar kolom praktis ukuran 15cm x 15cm

detail kolom beton bertulang

Menghitung besi begel pada kolom praktis

  • Panjang satu buah besi begel ⌀8 = 0,1m+0,1m+0,1m+0,1m+0,05m+0,05m=0,5m.
  • Jumlah begel sepanjang 3m kolom = 3m :0,2m = 15bh.
  • Total panjang begel = 0,5m x 15bh =7,5m.
  • Jumlah batang = 7,5m/12m = 0,625 btg.

Jadi kebutuhan besi begel ⌀8 untuk membuat kolom praktis sepanjang 3m tersebut sebanyak 15bh, atau besi sepanjang 7,5m, atau sebanyak 0,625 batang.

Menghitung besi tulangan pokok pada kolom praktis

  • total panjang besi tulangan utama ⌀10 = 4bh x 3m = 12m.
  • Jumlah batang 12m/12m = 1 btg.

Jadi perlu besi ⌀10 sepanjang 12m, atau 1 batang.

Meghitung kebutuhan beton pada kolom praktis

  • Volume kolom = luas alas x tinggi = 0,15m x 0,15m x 3m = 0,0675m3.

untuk mengetahui kebutuhan semen, pasir, kerikil, dan air bisa kita lihat koefisien analisa harga satuan SNI.

Analisa harga satuan SNI 7394:2008 No.6.1 menginformasikan bahwa untuk Membuat 1 m3 beton mutu f’c = 7,4 MPa (K 100), slump (12 ± 2) cm, w/c = 0,87 diperlukan

  • Semen = 384kg.
  • Pasir = 692kg.
  • kerikil = 1039kg.
  • Air = 215 liter

koefisien tersebut untuk 1m3 beton, jadi kebutuhan untuk 0,0675m3 beton adalah

  • Semen = 247kg x 0,0675m3 = 16,6725 kg.
  • Pasir = 869kg x 0,0675m3 = 58,6575kg.
  • kerikil = 999kg x 0,0675m3 = 67,4325kg.
  • Air = 215 liter x 0,0675m3 =14,5125 liter.

Mudah kan? kita lanjut tentang cara menghitung volume pasangan batu bata dalam m2 dan m3 🙂

Cara menghitung panjang bouw plank

Setelah sebelumnya berhitung luas rumah selanjutnya kita uraikan cara menghitung panjang bouw plank, sebelumnya kita jabarkan kembali bahwa bouw plank adalah pekerjaan pengukuran dan pembuatan patok-patok sebagai batas-batas kelurusan dan kesikuan pondasi bangunan, patoknya bisa berupa kayu kaso dan papan kemudian ditarik benang sebagai garis batas, volume bouwplank dihitung dengan satuan meter panjang (m1) dalam perhitungan rencana anggaran biaya bangunan (RAB).

 

Perhitungan bouwplank bisa dengan melihat gambar denah pondasi, contohnya kita akan hitung pondasi rumah dengan gambar seperti ini

denah pondasi

Cara mudah dan teliti dalam menghitungnya yaitu menggunakan sistem garis datar dan garis tegak, jadi kita buat lis terlebih dahulu panjang masing-masing garis sisi datar dan tegak. pada gambar pondasi diatas telah kita berikan tanda A,B,C, dst.. untuk memudahkan dalam mengingat sisi mana yang akan atau telah kita hitung.

Perhitungan panjang bouw plank sisi datar

  • A = 5 m
  • B = 1,25 m
  • C = 2,5 m
  • D = 2,5 m
  • E = 2,5 m

jumlah panjang sisi datar = 5+1,25+2,5+2,5+2,5 = 13,75 m

Perhitungan panjang bouw plank sisi tegak

  • F = 6 m
  • G = 6 m
  • H = 1,9 m
  • I = 5,2 m

jumlah panjang sisi tegak = 6+6+1,9+5,2= 19,1 m

Jadi total keseluruhan panjang bouwplank yaitu = 13,75 m + 19,1 m = 32,85 m.

 

begitulah caranya, hasil perhitungan panjang bouwplank juga diperlukan untuk menghitung volume pekerjaan pondasi batu kali, na.. perhitungan volume pondasi ini kita buatkan dalam artikel tersendiri agar lebih jelas, semoga bermanfaat 🙂

Cara menghitung volume balok sloof rumah

Halo sahabat, kali ini kita buat uraian mengenai cara menghitung volume dan kebutuhan bahan pada pekerjaan sloof rumah tinggal, prinsip perhitungan yang akan kita uraikan ini juga berlaku untuk sloof gedung maupun bangunan lainya. sloof berfungsi meretakan berat bangunan yang diterima dari konstruksi diatasnya seperti dinding, pintu jendela, atap rumah, dan sejenisnya. Volumenya dihitung dalam satuan m3, sedang material yang dibutuhkan yaitu besi tulangan dan beton yang terdiri dari campuran pasir, semen, kerikil dan air. o.k langsung saja kita mulai berhitung 🙂

Gambar denah sloof rumah tinggal

denah sloof rumah

cara menghitung volume balok sloof

Vs = Ps x LPs
dimana

  • Vs = Volume sloof
  • Ps = Panjang sloof
  • LPs = Luas penampang sloof

Pada gambar denah sloof diatas dapat kita hitung total panjangnya yaitu

  • Ps= A+B+C+D+E+F+G+H+I+J+K
  • Ps = 5+5+2,5+2,5+2,5+2,5+5+12+7,2+1,5+12 = 57,7 m

Selanjutnta kita lihat gambar detail potongan balok sloof

detail sloof

luas penampang sloof dapat kita hitung dengan melihat gambar detail potongan, disini ukuranya adalah 15 cm x 20cm. jadi

  • LPs= 0,15 m x 0,20 m = 0,03m2

Nah.. setelah mengetahui luas penampang dan panjangnya maka sudah dapat kita hitung volumenya.

  • Volume sloof = x 57,7 m = 1,731 m3

 

Demikian cara hitung volume sloof dalam satuan m3, selanjutnya kita hitung kebutuhan pasir, semen, batu koral, besi begel dan tulangan pokok pada balok sloof rumah tinggal.

Cara menghitung kebutuhan besi begel dan tulangan pokok pada sloof

Halo sahabat ....., kali ini kita buatkan tutorial tentang cara menghitung kebutuhan besi begel dan tulangan pokok pada sloof, secara prinsip, langkah ini juga bisa digunakan untuk menghitung besi pada kolom maupun balok, hanya saja akan berbeda pada ukuran dan dimensi besi yang digunakan. Sloof adalah balok beton bertulang yang dibuat diatas pondasi, fungsinya untuk menyatukan antar kolom dan meratakan beban bangunan.

Gambar sloof yang akan dihitung kebutuhan besinya

detail sloof

detail sloof

Kita lihat pada gambar sloof diatas, menggunakan besi tulangan pokok 4⌀10 artinya empat buah batang diameter 10mm. dan memakai besi begel ⌀8-200 artinya dimater 8mm diapasang setiap jarak 200mm. besi begelnya berbentuk persegi panjang dengan ukuran 10cm x 15cm karena dari ukuran sloof 15cm x 20cm dikurangi selimut beton 2,5cm.

Menghitung besi begel pada balok sloof

  • Panjang 1 bh besi begel ⌀8= 0,1m+0,1m+0,15m+0,15m+0,05m+0,05m =0,6m.
  • Jumlah begel sepanjang 1m sloof = 1m : 0,2m = 5bh.
  • Total panjang besi ⌀8=0,6m x 5bh = 3m.
  • Jika 1batang sei panjangnya 12m, maka perlunya 3m:12m = 0,25btg.

Jadi butuh begel sebanyak 5bh, atau besi ⌀8 sepanjang 3m, atau 0,25 btg.

Menghitung besi tulangan pokok pada balok sloof

  • Total panjang besi ⌀10 = 4bh x 1m = 4m.
  • Jumlah batang = 4m : 12m = 0,3333btg

Jadi perlu besi ⌀10 sepanjang 4m, atau 0,3333 batang.

Menghitung kebutuhan beton pada balok sloof

  • Bentuk sloofnya ballok, jadi volumenya luas alas dikalikan tinggi = 0,15m x 0,20m x 1m =0,03m3.

Begitulah caranya, selanjutnya kita hitung kebutuhan besi dan beton pada kolom praktis

ANALISA PEMBESIAN

ANALISA PEMBESIAN

Dalam Sebuah kegiatan pembangunan perumahan salah satu hal yang paling sulit dilakukan oleh mereka yang awam adalah cara menghitung volume material yang dibutuhkan secara tepat dan efisien.
Pada kesempatan kali ini saya mencoba membahas mengenai perhitungan volume besi tulangan pada tiap m3 beton ( satuan yang biasa digunakan untuk volume beton bertulang adalah m3 ).
Contoh kasus.

Dimensi beton 15/20 cm dengan rincian penulangan :

  • tulangan 4 diameter 12 ( tulangan utama ) 
  • tulangan diameter 6 jarak 20 cm ( tulangan beugel )
Secara prinsip kita harus bisa menterjemahkan volume 1 m3 beton dengan ukuran 15/20 cm.
  • 1 m3 beton = 1/(0.15x0.2) m ( panjang beton 1 m3, dimensi 15/20 ) = 33 ,33 m dibulatkan 34 m
  • Asumsi yang digunakan panjang 1 lonjor besi = 12 m
panjang besi tulangan yang dibutuhkan :
Besi tulangan Utama
panjang Besi diameter 12 = 4 bh x ( 34 m - 0,02 m ( selimut beton )) = 4 x 33,98 = 135,92 m
panjang besi dalam lonjor = 135,92/12 = 11,33 ljr
berat besi 12 per-lonjor = 0,074x12x12 = 10,66 kg/ljr( bisa dengan menggunakan tabel besi tulangan )
(reff. perhitungan praktis berat besi per-lonjor =  analisa harga satuan dan rencana anggaran biaya )
jumlah berat besi 12 dalam 1 m3 ukuran 15/20 = 10,66 kg/ljr x 11,33 ljr = 120,74 kg

Besi tulangan beugel
jumlah beugel dengan jarak 20 cm sepanjang 34 m beton bertulang = 34 m / 0.2 m = 170 bh beugel
Perhitungan panjang beugel pada beton dimensi 15/20.
selimut beton = 1,5 cm ( satu sisi ) = 3 cm ( dua sisi )
panjang 1 beugel [ (15-1,5x2)x2 sisi + (20-1,5x2)x2 sisi ] = 12x2 + 17x2 = 24 + 34 = 58 cm
panjang pembengkokan tulangan 5 cm x 2 = 10 cm
Panjang total 1 beugel = 58 + 10 = 68 cm = 0,68 m
berat besi 6 per-lonjor = 0,074x6x6 = 2,66 kg/ljr ( bisa dengan menggunakan tabel besi tulangan )
jumlah panjang total = 0,68 m x 170 bh =  115,6 m/12  = 9,63 ljr 
jumlah berat beugel total = 9,63 ljr x 2,66 kg/ljr = 25,63 kg

Jumlah berat besi total dalam 1 m3 beton ukuran 15/20 = 120,74 + 25,63 = 146,37 kg/m3

Ini adalah contoh kasus sederhana yang mungkin bisa digunakan untuk memahami perhitungan kg besi dalam 1 m3 beton bertulang.

Cara Menghitung Kebutuhan Material Plat Lantai Beton dengan Mudah

Cara Menghitung Kebutuhan Material Plat Lantai Beton dengan Mudah

Cara Menghitung Kebutuhan Material Plat Lantai Beton dengan Mudah, Plat lantai atau yang biasa di sebut dengan dak beton merupakan cor beton yang letaknya tidak diatas tanah secara langsung, lantai cor beton ini berfungsi sebagai tingkat pembatas antara tingkat yang satu dengan tingkat yang lainnya. Agar plat lantai beton ini semakin kuat harus didukung oleh balok-balok yang bertumpu pada kolom-kolom bangunan tersebut. Dan biasanya ketebalan plat lantai ditentukan oleh :

  1. Besar lendutan yang diinginkan
  2. Lebar bentangan atau jarak antara balok-balok pendukung
  3. Bahan konstruksi dan plat lantai.

Pada saat pengukuran plat lantai beton harus direncanakan secara kaku, lurus, dengan waterpas (dan mempunyai ketinggian yang sama serta tidak miring) supaya plat lantai beton kuat dan nyaman pada saat di pijak ketebalan plat lantai harus didukung dengan konstruksi yang kuat seperti campuran semen dan mutu beton yang sesuai dengan kebutuhan biasanya mutu beton yang digunakan untuk plat lantai adalah K225, dan balok - balok penahan plat lantai beton itu sendiri.

Pada saat anda ingin membuat plat lantai beton untuk rumah anda harus menghitung beban tetapnya seperti (penghuni rumah, perabotan dan berat plat lantai itu sendiri)

Adapun beberapa fungsi tambahan plat lantai beton adalah

  1. Sebagai pemisah ruang bawah dan ruang atas
  2. Sebagai tempat berpijak penghuni di lantai atas
  3. Untuk menempatkan kabel listrik dan lampu pada ruang bawah
  4. Meredam suara dari ruang atas maupun dari ruang bawah
  5. Menambah kekakuan bangunan pada arah horizontal

Untuk selanjutnya mari kita rincikan cara menghitung kebutuhan material plat lantai beton per m2, dalam hal ini perhitungan yang akan digunakan adalah metode konvesional yaitu menggunakan alat bantu bambu, bekisting triplek setelah itu pasang pembesian dan kemudian dicor ditempat.

Analisa kebutuhan material untuk membuat 1m2 plat lantai atau dak beton sistem konvensional:

Kebutuhan Besi D10
Besi= diameter 10mm dipasang jarak 20 cm
berarti jumlahnya dalam 1m / 0,2 m= 5 buah
dipasang 2 lapis 2 arah berarti total jumlahnya 2 x 5 x 2 = 20 buah
masing - masing panjangnya 1m berarti total kebutuhan besinya adalah 20buahh x 1m = 20
panjang perbatang 12m, jadi perlunya 20/12= 1,6667 batang.

Kebutuhan Semen
Beton= Ketebalan dak 12 cm, dalam 1 m2 membutuhkan beton 1m x1m x0,12m =0,12m3.
Semen= Perbandingan campuran beton 1pc : 2ps : 3 kr, jadi butuh semen 1/6×0,12=0,02m3
1 zak semen isi 50 kg berisi 0,024m3, jadi dalam 1m 2 dak beton butuh semen 0,02/0,024 = 0,8333zak.

Kebutuhan Pasir
Pasir= 2/6 x 0,12 =0,04m3.

Kebutuhan Coral
Koral = 3/6×0,12 = 0,06 m3.

Kebutuhan Triplek
Triplek 8mm= ukuran triplek 1,2m x 2,4m maka luasnya 2,88m2. jadi 1m2 dak beton butuh 0,34722 lembar.

Kebutuhan Bambu
Bambu = dipasang setiap jarak 50cm, perlunya 2 batang.
Kawat bendrat 1/2 Kg
Paku 5 dan 7 1 Kg

Maka Kesimuplanya untuk membuat 1 m2 plat lantai beton metode konvesional dibutuhkan:

  • Besi D10 = 1,6667 btg
  • Beton = 0,12 m3
  • Semen 50kg/zak = 0,8333 zak
  • Pasir = 0,04 m3
  • Koral = 0,06 m3
  • Triplek 8mm = 0,34722 lembar
  • Bambu = 2 batang
  • Kawat Bendrat = secukupnya (tergantung pemakaian)
  • Paku 5 dan 7 = secukupnya (tergantung pemakaian)

Dalam perhitungan kebutuhan material diatas adalah untuk plat lantai, struktur balok dihitung secara tersendiri.

dari kesimpulan perhitungan diatas kita sudah tahu berapa bahan material yang kita butuhkan untuk membuat plat lantai beton dalam 1 m2. Mari kita beri contoh:
Rumah minimalis berukuran 6 m x 6 m atau type 36 ingin menambah 1 lantai dirumahnya, maka perhitungan plat lantai atau dak beton yang dibutuhkan adalah

Besi D10 = 1,6667 batang x 36 m2 = 60,2 batang
Semen 50kg/zak = 0,8333 zak x 36 m2 = 29,10 zak
Pasir = 0,04 m3 x 36 m2 = 1,44
Koral = 0,06 m3 x 36 m2 = 2,16
Triplek 8mm = 0,34722 lembar x 36 m2 = 12,5 lembar
Bambu = 2 batang x 36 m2 = 72 batang

dengan begitu anda lebih mudah mendapatkan jumlah total kebutuhan materialnya sehingga pada saat anda pergi berbelanja anda tinggal membawa catatan rekapan untuk membuat plat lantai beton tersebut.