Kamis, 15 Desember 2016

Volume kolom praktis 15cm x 15cm rumah 1 lantai

Mari kita hitung volume kolom praktis 15cm x 15 cm yang seringkali digunakan untuk struktur rumah 1 lantai, cara perhitunganya hampir sama dengan saat mencari jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof 15 cm x 20 cm yang sudah kita uraikan sebelumnya. bedanya hanya terlatak pada luas penampang saja karena ukuranya berbeda dan yang terlihat jelas adalah posisi pemasangan sloof itu mendatar sedangkan kolom praktis dipasang dalam posisi berdiri.

Gambar kolom praktis 15 cm x 15 cm

kolom praktis 15 x 15

Contoh perhitungan volume kolom praktis

Sebuah pembangunan rumah tinggal membutuhkan kolom praktis sebanyak 27 buah dengan masing-masing tingginya 3 m. kolom yang digunakan terbuat dari beton bertulang ukuran 15cm x 15cm, menggunakan tulangan pokok 4 dimater 10mm dan tulangan sengkang diameter 8mm dipasang setiap jarak 15 cm. berapa kebutuhan besi dan beton untuk menyelesaikan pekerjaan ini?

Sebelumnya kita hitung terlebih dahulu total panjang kolom praktis yang akan dikerjakan yaitu 27 bh x 3 m = 81 m. selanjutnya kita hitung jumlah besi yang dibutuhkan. kita lihat terlebih dahulu pada tabel besi untuk mengetahui berat per meter besi 10 dan 8 polos.

  • Berat 1m besi diameter 8mm = 0,4 kg.
  • Berat 1m besi diameter 10mm = 0,62 kg.

 

Kebutuhan besi pada kolom praktis

Tulangan pokok dimater 10mm sebanyak 4 buah.

  • Total panjang besi yang dibutuhkan adalah 4 bh x 81 m = 324 m.
  • Jika panjang 1 batang besi 11 m, maka jumlah batang yang diperlukan adalah 324m : 11 m = 29,4545 btg dibulatkan menjadi 30 btg.
  • Total berat besi yang dibutuhkan adalah 324 m x 0,62 kg/m = 200,88 kg.

Tulangan sengkang diamater 8mm dipasang setiap jarak 15cm.

  • Total panjang 1 buah sengkang = 0,1+0,1+0,1+0,1+0,05+0,05= 0,5 m.
  • Jumlah sengkang yang dibutuhkan = 81 m : 0,15 m = 540 bh.
  • Total panjang besi sengkang adalan 540 bh x 0,5 m = 270 m.
  • Jumlah kilogram besi diameter 8mm yang diperlukan = 270 m x 0,4 kg/m = 108 kg.
  • Jumlah batang jika masing-masing 11 m adalah 270 m : 11 m =24,5 batang dibulatkan menjadi 25 btg.

Rekapitulasi kebutuhan besi

Diamater Kilo gram (kg) Batang (btg) Meter (m)
8p 108 25 270
10p 200,88 30 324

 

Kebutuhan beton pada kolom praktis

  • Volume beton kolom praktis = panjang x lebar x tinggi.
  • V = p x l x t.
  • V = 0,15 m x 0,15 m x 81 m= 1,8225 m3

Jadi total beton yang dibutuhkan untuk menyelsaikan pekerjaan kolom praktis adalah 1,8225 m3.

 

Demikian contoh perhitungan volume besi dan beton pada kolom praktis 15 cm x 15 cm, ukuran dan jumlah kolom lainya bisa disesuaikan dengan rumah yang akan dibangun. kolom praktis ini hanya bisa digunakan pada rumah 1 lantai, karena pada rumah bertingkat 2 atau 3 lantai memerlukan ukuran kolom dan penggunaan besi tulangan yang lebih besar. selamat berhitung semoga bermanfaat

Jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof

Mari kita uraikan bagaimana cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof, sebelumnya kita jelaskan terlebih dahulu apa itu sloof? balok sloof adalah struktur bangunan berupa konstruksi beton bertulang yang dibangun pada area bawah untuk meratakan beban dari kolom dan disalurkan ke pondasi. untuk dapat menghitung anggaran biaya pembuatanya, maka perlu dicari terlebih dahulu berapa volume pekerjaan balok sloof yang akan dibangun.

 

Gambar balok sloof

balok beton sloof 15 x 20

Contoh sebuah balok sloof ukuran 15 cm x 20 cm, menggunakan besi tulangan pokok 4 buah diamater 10 mm, besi senkang diamater 8 mm dipasang setiap jarak 20 cm. Panjang pekerjaan balok sloof adalah 33,33m. berapa jumlah kebutuhan beton dan besi untuk struktur tersebut?

 

Kebutuhan besi pada balok sloof

Berat besi per m dapat dilihat pada tabel berat besi atau dihitung secara manual dengan cara mengalikan berat jenis besi dengan luas penampang.

  • Berat besi dimater 8 polos per meter = 0,4 kg.
  • Berat besi polos diamater 10 mm per meter = 0,62 kg.

Volume besi tulangan pokok 4 buah, diameter 10 mm, panjang 33,33 m maka kebutuhan totalnya adalah

  • V = 4 bh x 33,33 m =133,32 m.
  • Untuk mengetahui volume dalam satuan berat maka kita kalikan dengan berat besi diamater 10mm per meter yaitu 0,62 kg. jadi kebutuhanya adalah 0,62 kg/m x 133,32 m = 82,6584 kg.
  • Jika panjang besi perbatang 11 m, maka kebutuhan dalam satuan panjang adalah 133,32 m : 11 m =12,12 btg, dibulatkan menjadi 13 batang.

Volume besi tulangan sengkang diameter 8 mm, dipasang setiap jarak 20 cm, panjang pekerjaan sloof 33,33 m. selimut beton 2,5 cm.

  • Panjang 1 buah sengkang adalah 0,1+0,15+0,1+0,15+0,05+0.05 = 0,6 m.
  • Jumlah sengkang yang dibutuhkan yaitu 33,33 m : 0,2 m = 166,65 jadi 167 buah.
  • Jumlah total panjang sengkak = 0,6 m x 167 bh = 100,2 m.
  • Volume besi dalam kilo gram = 0,4 kg/m x 100,2 m = 40,08 kg.
  • Jumlah kebutuhan besi dalam satuan batang = 100,2 m : 11 m = 9,109 dibulatkan menjadi 10 batang.

Jadi rekapitulasi kebutuhan besi sloof adalah

diameter

kilo gram

batang

meter

8p

40,08

10

100,2

10p

82,6584

13

133,32

 

Kebutuhan beton pada balok sloof

  • V = l x t x p
  • Volume beton sloof = lebar x tinggi x panjang
  • V = 0,15 m x 0,20 m x 33,33 m = 0,99 m3 dibulatkan 1 m3.

Jadi kebutuhan beton yang diperlukan adalah 1m3.

 

Selanjutnya kita akan menghitung analisa harga satuan 1 m3 pekerjaan balok sloof pada artikel berikutnya. Demikian contoh sederhana cara menghitung jumlah kebutuhan besi dan beton pada balok sloof, jika ada koreksi, masukan atau kritikan bisa dituliskan disini

Volume pekerjaan plesteran dinding

Volume pekerjaan plesteran dinding dapat dihitung dalam satuan m2 atau m3, keduanya sama saja tergantung situasi,kondisi dan selera masing-masing. Pekerjaan ini merupakan paket tiga serangkai dari pekerjaan pasangan dinding, plesteran dan acian. sehingga untuk menghasilkan tembok yang baik maka perlu memperhatikan proses pelaksanaan ketiganya. Berikut ini beberapa tips melaksanakan plesteran agar menghasilkan dinding tembok yang bagus.

  • Melakukan pemasanga dinding dengan bagus, tegak dan datar sehingga tidak terjadi pemborosan pada pengaturan ketebalan plesteran dinding.
  • Memberikan waktu jeda antara selesainya pemasangan batu bata dengan pekerjaan pleseteran, hal ini dimaksudkan agar tidak terjadi pemanasan dinding karena dapat menyebabkan tembok rumah menjadi retak.
  • Menggunakan kepalaan plesteran terlebih dahulu untuk mengatur kedataran, setelah itu baru meratakanya dengan jidar.
  • Tunggu beberapa saat sebelum melakukan acian dinding agar hasilnya bisa bagus.
  • Pada area pemasangan keramik tidak perlu diplester dahulu, cukup menempelkan adukan lalu memasang keramik pada posisi yang pas.

 

Gambar pekerjaan pleseteran dinding

plesteran dinding

Contoh perhitungan volume pekerjaan plesteran dinding

Misalnya kita akan memplester dinding batu bata pada pekarangan sepanjang 33m, tinggi dinding adalah 2 m. plesetera setebal 2 cm dilakukan pada dua sisi dinding. berapakah volume pekerjaan plesteran dinding tersebut?

Langkah pertama kita hitung terlebih dahulu luas pasangan dinding batu bata yaitu

  • Luas dinding batu bata = 2 m x 33 m = 66 m2.

Volume dalam satuan m2.

Dari data luas dinding tersebut maka dapat kita ketahui luasan plesteran untuk dua sisi yaitu

  • luas pekerjaan plesteran dinding = 2 sisi x 66 m2 = 132 m2.

Volume dalam satuan m3.

Untuk mengetahui jumlah meter kubik plesteran maka dapat dilakukan dengan cara mengalikan luas plester dengan ketebalanya.

  • Volume pekerjaan pleseteran dinding = 132 m2 x 0,02 m = 2,64 m3

Jadi volumenya dalah 132 m2 jika menggunakan satuan meter persegi, atau 2,64 m3 jika menggunakan satuan m3.

 

Selanjutnya untuk mengetahui jumlah kebutuhan pasir dan semen maka bisa dicari dengan menggunakan rumus analisa harga satuan berdasarkan SNI standar nasional indonesia atau menggunakan data pribadi hasil penelitian pekerjaan pleseteran dinding. selamat berhitung semoga menghasilkan pekerjaan terbaik 🙂

Jumlah kebutuhan batako untuk dinding rumah

Dinding batako bisa menjadi alternatif untuk membuat rumah tembok, jenis material batu buatan ini banyak digunakan karena kecepatan dalam waktu pemasangan serta dapat lebih menghemat penggunaan adukan jika dibanding pasangan dinding batu bata. disini kita akan coba menguraikan cara menghitung jumlah kebutuhan batako untuk dinding rumah tinggal, dengan menghitung secara tepat maka total material yang didatangkan bisa pas tidak kurang atau lebih sehingga dapat menyebabkan pemborosan biaya bangun rumah. O.k kita mulai contoh perhitunganya sebagai berikut

 

Gambar pasangan dinding batako

dinding batako

 

Contoh perhitungan kebutuhan dinding batako

Sebuah ruang dapur ukuran 3mx 3m tinggi 3m menggunakan pasangan dinding batako ukuran 10cm x 20 cm x 40 cm, jendela pada salah satu dinding berukuran 0,7m x 1,5 m dan satu pintu masuk ukuran 0,9m x 2,1 m. Berapa total kebutuhan batako untuk menyelesaikan pekerjaan pembuatan ruang dapur tersebut? mari kita hitung disini.

Langkah pertama kita hitung terlebih dahulu luas keempat sisi ruangan yaitu

  • Luas dinding batako = 4 sisi x 3m x 3m = 36 m2.

Kemudian kita hitung lobang yang ada pada dinding batako tersebut, karena tentunya lobang ini tidak termasuk dalam pekerjaan pemasangn dinding.

  • Lubang pintu yang tidak dipasang batako 0,9m x 2,1 m = 1,89m.
  • Lubang jendela yang tidak dipasang batako 0,7m x 1,5 m = 1,05m.

Jadi luas dinding batako adalah 36-1,89-1,05 = 33,06 meter persegi.

Selanjutnya kita cari data jumlah batako yang diperlukan untuk menyelesaikan 1 m2 pasangan dinding rumah.

  • Jika tebal spesi 1 cm, maka luas satu batako berikut adukanya adalah 0,21m x 0,41 m = 0,0861 m2.
  • Jumlah batako per m2 adalah 1m2 : 0,0861m2 = 11,614 jadi ada 12 bh.

Dari data tersebut maka kita dapat mengalikanya dengan volume dinding sehingga didapatkan total material yang dibutuhkan. Kebutuhan batako per meter persegi adalah 12 bh, maka total jumlah batako yang diperlukan adalah 33,06 m2 x 12 bh = 396,72 bh dibulatkan menjadi 400 bh. selanjutnya tinggal datang ke toko bangunan untuk membeli batako dengan jumlah sesuai perhitungan.

Volume kebutuhan pasangan dinding batu bata

Pasangan dinding batu bata banyak digunakan pada rumah tembok diberbagai wilayah Indonesia, bahan bangunan yang terbuat dari hasil pembakaran tanah liat ini tergolong murah dan mudah didapat, selain itu kemudahan dalam pengerjaanya juga menyebabkan batu bata banyak digunakan masyarakat. sebelumnya perlu dilakukan perhitungan terlebih dahulu untuk mendapatkan data volume kebutuhan pasangan dinding batu bata sehingga bisa mendatangkan material dalam jumlah pas. volume pekerjaan dinding batu bata dapat dihitung dalam satuan m2 atau m3, kemudian untuk mendapatkan nilai perkiraan rencana anggaran biaya bangunan maka dapat dilakukan dengan cara mengalikan total volume dengan harga satuan per m3 pasangan batu bata merah.

 

Gambar pasangan dinding batu bata

pasangan batu bata

Contoh perhitungan volume pasangan dinding batu bata

Pembuatan kamar tidur ukuran 3 m x 3 m dan tinggi 3 m menggunakan pasangan batu bata ukuran 5cm x 10 cm x 20 cm, ada satu pintu masuk ukuran 90 cm x 210 cm, dan jendela satu buah ukuran 70 cm x 150 cm, berapa volume pekerjaan pasangan dinding batu bata?

Kita hitung terlebih dahulu total panjang dinding batu bata keempat sisi kamar yaitu 4bh x 3m = 12 m

  • luas pasangan dinding batu bata = panjang x tinggi
  • L = 12 m x 3 m = 36 m2.

Selanjutnya kita hitung luas lobang pada dinding yaitu pintu dan jendela

  • Luas pintu = 0,9m x 2,1 m = 1,89 m.
  • Luas jendela = 0,7m x 1,5 m = 1,05 m.

Jadi total volume pasangan dinding batu bata adalah 36 m2 – 1,89 m2 – 1,05 m2 = 33,06 m2.

Untuk menghitung total kebutuhan batu bata maka bisa dilakukan dengan cara mencari terlebih dahulu data jumlah bata yang diperlukan dalam 1 m2. misalnya kita ketahui jumlah batu bata per m2 = 70 bh. maka total bata yang dibutuhkan adalah 33,06 m2 x 70bh = 2314,2 dibulatkan menjadi 2315 bh. jadi kita bisa membeli batu bata di toko bangunan dengan menambahkan sedikit faktor keamanan untuk mrngantisipasi pecah atau kerusakan dengan total jumlah pembelian batu bata sebanyak 2350 bh.

 

Untuk menghitung total kebutuhan pasir dan semen pada batu bata bisa kita lihat pada artikel berikutnya yang berjudul analisa harga satuan pasangan dinding batu bata per m2 🙂